Habib Syakur Dukung Warga Boyolali Tolak “Mimbar Rakyat” Roy Suryo Cs: Jangan Pecah Belah Bangsa dengan Isu Murahan!
Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, menyampaikan dukungannya terhadap langkah tegas warga Boyolali yang menolak keras rencana kegiatan “Mimbar Rakyat” oleh kelompok Rumah Juang Demokrasi yang digagas oleh Roy Suryo Cs.
Habib Syakur menilai penolakan warga tersebut sebagai bentuk kewaspadaan masyarakat terhadap upaya-upaya provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan kerukunan antarwarga di tingkat akar rumput.
Menurut Habib Syakur, rencana “Mimbar Rakyat” yang salah satu agendanya membahas isu ijazah Presiden Jokowi bukanlah kegiatan ilmiah atau edukatif, melainkan bermuatan politis dan berpotensi menebar fitnah. Ia menegaskan, masyarakat sudah semakin cerdas dalam memilah mana gerakan moral dan mana yang hanya mencari panggung politik dengan mengorbankan kedamaian.
“Warga Boyolali sudah menunjukkan kedewasaan demokrasi. Mereka tidak mau desanya dijadikan ajang adu domba dengan isu murahan yang tidak berdasar,” tegas Habib Syakur, hari ini.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sawahan yang secara resmi mengeluarkan surat penolakan terhadap kegiatan tersebut dan meminta Muspida Kabupaten Boyolali turun tangan.
Habib Syakur menilai, keputusan itu menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat kompak menjaga ketertiban umum serta menolak segala bentuk provokasi yang mengatasnamakan demokrasi.
“Demokrasi itu bukan berarti bebas menghina, bukan juga bebas menyebar kebohongan. Justru tanggung jawab kita bersama menjaga agar ruang publik tidak dirusak oleh narasi-narasi yang memecah belah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Habib Syakur mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani semangat persatuan di tengah momentum Sumpah Pemuda. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sudah cukup dewasa dalam berdemokrasi, sehingga tidak boleh lagi terjebak pada polarisasi politik yang hanya menguntungkan segelintir elit.
“Jangan sampai kita diadu domba dengan isu yang sudah basi. Mari jaga Boyolali, jaga Indonesia dari provokator yang berkedok demokrasi,” tutupnya.

